Sabtu, 03 Agustus 2013

Ungu - Asmara Terindah



(OST Sang Kiai)


Saat bunga tumbuh 
Tanda hidup takkan berlalu 
Sajak cinta yang ku tuliskan untukmu 
Tak terhapus oleh waktu



Ada yang berisik mesra
Sudah ku temukan bahagia
Kaulah asmaraku yang terindah
Dan jawaban pertanyaan



Bila esok kan datang untukku
Haturkan rasa rinduku
Ku jemput matahariku


Sosok bidadari yang berlabuh
Jauh di dasar hatiku
Tidakkah juga kau rindu



Bila esok kan datang untukku
Haturkan rasa rinduku
Ku jemput matahariku



Sosok bidadari yang berlabuh
Jauh di dasar hatiku
Tidakkah juga kau rindu



Bunga adalah bahasa rasa 
Yang tak dapat ku gambarkan 
Lewat kata-kata



Cinta seluas jagad samudera
Tuhan tahu yang ku rasa
Kaulah segalanya



Haaa.. haaa... uu...
Kaulah segalanya



Haaa.. haaa... uu...
Kaulah segalanya

Ungu. Asmara Terindah

JKT 48 - River


Majulah ke depan (Go it!)

Janganlah berhenti (Go it!)
Tujuan tempat matahari terbit
Ayo langkah di jalan harapan
Penghalang adalah River! River! River!
Dan yang membentang River!
Takdirnya River! River! River!
Akan diuji River!

Buanglah keraguanmu!
Tunjukkan nyalimu!
Jangan ragu!
S'karang juga
Satu langkah maju!
Believe yourself
Ayo maju!
Majulah ke depan!
Sebrangi sungai!! Ho! Ho! Ho! Ho!

Mimpi itu selalu
Terlihatnya jauh
Dan jaraknya terasa tidak tercapai
Batu di bawah kaki
Ayo, ambilah satu
Jadilah nekad dan coba lemparkan!

Tepat di depan matamu
Ada sungai mengalir
Luas, sebuah sungai yang besar
Walaupun gelap dan dalam
Walaupun arusnya deras
Tidak perlu ketakutan
Walaupun kau terpisah
Ya, tepian pasti ada
Lebih percayalah pada dirimu

Get over it!

River!

Ah - ah - ah - ah - ah
Jangan alasan untuk diri sendiri!
Ah - ah - ah - ah - ah
Jika tak dicoba tak akan tahu
Ah - ah - ah - ah - ah
Tiada jalan selain maju! (maju!)
S'lalu (s'lalu)
Teruslah melangkah di jalan yang kau pilih!

Di dalam hatimu juga
Ada sungai mengalir
Sungai keringat dan air mata
Walaupun kau pernah gagal
Walaupun kau terbawa arus (terus terus)
Tak apa terulang lagi
Dan janganlah mengeluh
Genggam selalu impianmu
Sampai suatu saat mimpimu terkabul

Ayo sebrangilah!
You can do it!

Rio Febrian - Angin Malam

Berhembus angin malam, mencengkam 

Menghempas membelai wajah ayu 
Itulah kenangan yang terakhir denganmu 

Ku dekati dirimu kau diam 
Tersungging senyuman di bibirmu 
Itulah senyuman yang terakhir darimu 

Diiring gemuruh angin meniup daun daun 
Alam yang jadi saksi, kau serahkan jiwa raga 

Angin tetap berhembus tak henti 
Walaupun sampai akhir hayatku 
Tapi tak lagi kau berada di sisiku 

Tapi tak lagi kau berada di sisiku oh 
Tapi tak lagi kau berada di sisiku ooh 
Courtesy of liriklagu.asia
Diiring gemuruh angin meniup daun daun (meniup daun daun) 
Alam yang jadi saksi, kau serahkan jiwa raga oh 

Angin tetap berhembus tak henti 
Walaupun sampai akhir hidupku 
Oh angin malam bawa daku kepadanya oooh
Oh angin malam bawa daku kepadanya